1. Carica Khas Dieng Wonosobo
Buah Carica Si Pepaya Dieng |
Carica juga merupakan sumber Kalsium, Gula, Vitamin A dan C. Buah ini
dapat dijadikan Sirup, Manisan, Jus, dan Selai. Buah ini cocok dimakan
oleh orang yang memiliki perut lemah terhadap buah-buahan karena
mempunyai sifat memperbaiki pencernaan dan daging buahnya juga dapat
dimakan segar. Hasil olahan Carica sendiri sampai saat ini masih menjadi
oleh-oleh khas Wonosobo yang cukup terkenal baik untuk wisatawan asing
maupun lokal, karena rasanya yang cukup istimewa.
2. Purwaceng asli Dieng
Tanaman Purwaceng |
Purwaceng (Pimpinella pruatjan) tumbuhan herbal dari genus
Apiaceae. Terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina
bagi si peminum. Biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi
purwaceng dan susu purwaceng.
Purwa dalam bahasa Jawa berarti sudah. Sedangkan ceng, merupakan
penggalan dari bahasa Jawa yang artinya ereksi. Artinya, setelah minum
purwaceng, dijamin pria langsung ereksi.
Meski agak sulit mencarinya, namun tak sedikit orang rela bersusah payah
mendapatkan Purwaceng. Tanaman yang dikenal dengan viagra tradisional
ini memang tersohor karena khasiatnya yang bikin stamina lebih greng.
Purwaceng adalah tanaman legendaris yang dijadikan obat kuat oleh
para raja atau kalangan istana di daerah Jawa. Di Indonesia tumbuhan
atau tanaman obat yang memiliki khasiat penambah stamina (aprosidiak)
umumnya digunakan atas dasar mitos, kepercayaan dan pengalaman. Namun
khasiat tanaman Purwaceng ini bukan sekedar mitos belaka karena studi
sudah membuktikannya.
Purwaceng banyak ditemukan di pegunungan seperti di dataran tinggi
Dieng, Jawa Tengah. Nama latin Purwaceng adalah Pimpinella pruatjan
(alpina). Pertama kali ditemukan di pegunungan Alpen, Swiss dengan
ketinggian 2000-3000 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini dikenal
juga dengan nama lain Suripandak abang (pegunungan Lyang, Jawa Timur)
dan Gebangan Depok (Gunung Tengger). Penampakan fisik Purwaceng adalah
semak kecil merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagandan
semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan
diameter 1-3 cm.
Seperti dikutip dari hasil studi peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB)
tahun 2007, seluruh bagian tanaman purwaceng dapat digunakan sebagai
obat tradisional, namun bagian yang paling berkhasiat adalah akarnya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan juga membenarkan bahwa
akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak,
yaitu khasiat obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina.
Umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak
mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan
senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta
memperlancar peredaran darah.
Bahan aktif purwaceng paling banyak terdapat pada bagian akarnya yang
menyerupai wortel dan berwarna putih, panjangnya sekitar 10 cm. Akar
purwaceng mengandung turunan senyawa kumarin yang sering digunakan dalam
industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk
anti bakteri, anti fungi dan anti kanker.
Namun sebuah penelitian yang dikutip dari buku Mitos Seputar Masalah
Seksual dan Kesehatan Reproduksi, Sabtu (23/1/2010) menyebutkan,
Purwaceng dapat meningkatkan gairah seks, meningkatkan hormon
testosteron dan meningkatkan jumlah spermatozoid.
Untuk mendapatkan khasiat secara nyata, Purwaceng harus diminum teratur
selama 7-15 hari. Selain itu tanaman ini juga berkhasiat menghangatkan
tubuh, saraf dan otot, menghilangkan masuk angin dan pegal linu,
melancarkan buang air kecil, obat analgetika (menghilangkan rasa sakit),
menurunkan panas, obat cacing, antibakteri serta anti kanker. Purwaceng
yang asli memiliki rasa khas, yaitu pedas, yang dihasilkan oleh akar
dan bijinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar